oleh Rizki Kusumadewi Saputri,M.Psi.,Psikolog tentang apa yang saya lihat, dengar dan rasakan. Psikologi, Parenting, Resep Masakan dan Semua Tentang Wanita

Minggu, 29 September 2013

GIVING FEEDBACK

gambar diunduh: freepik.com/ by Photoroyalty
Feedback atau umpan balik ternyata sangat penting sebagai pelancar komunikasi. Banyak sekali miskom terjadi karena terlambat atau bahkan sama sekali tidak pernah memberikan atau mendapatkan feedback. Pekerjaan menjadi salah arah, harusnya mengerjakan A ternyata yang dikerjakan B dan akhirnya harus mengulang pekerjaannya dari awal lagi, tidak efisien! Banyak hal yang terjadi apabila kita memberikan feedback kepada orang lain. Jika settingnya kantor atau area pendidikan, bisa jadi orang yang tidak diberikan feedback atas apa yang ia kerjakan akan menurunkan motivasi mereka dan akan membuat mereka mengerjakan tugas sesukahati, "ngapain tugas aku kerjain, wong aku ngerjain aja ga pernah di feedback, ga pernah dikoreksi". Perusahaan ternama, sebut saja X, setelah menjalani survey, hasilnya 10% dari 3000 karyawan di perusahaan X belum optimal mendapatkan feedback. Itu membuat para karyawan bekerja suka-suka dan belum optimal menuruti aturan perusahaan, sering datang terlambat ke kantor, dll.

Hal lain yang terjadi, ketika seorang anak mendapatkan nilai 10 dan memperlihatkan kepada orang tuanya, "mam, saya dapat nilai 10 loh pas ulangan matematika di sekolah tadi". Bedakan jawaban orang tua ,"Oiaaa? yasudah sana mandi lalu makan" dengan "waahhh, kamu hebat sekali sayang.. selamat yaaaa". Jawaban pertama akan membuat anak tersebut keesokannya ketika ulangan tidak berharap mendapat 10 lagi, bisa jadi malah malas belajar. Namun, jika orang tua mengapresiasi pencapaian nilai anak tersebut, maka anak akan merasa bangga dan motivasi belajarnya akan meningkat.

Feedback tidak hanya terjadi di kantor ataupun di kalangan pendidikan. Di kehidupan sehari-hari, feedback juga kerap dan penting dilakukan. Ketika berdiskusi masalah cinta mungkin, curhat tentang pacar yang selingkuh, dengan tidak sadar teman akan memberikan feedback kepada kita. Ketika teman kesulitan membuka tutup botol misalnya, tanpa disadari kita juga memberi feedback.

Feedback atau umpan balik ada 2 bentuk, apresiasi dan dukungan. Keduanya dapat dijadikan kunci untuk area pengembangan entah itu karyawan, teman yang sedang menghadapi masalah percintaan, anak yang mendapatkan nilai baik dalam ulangan, dan masih banyak lagi.

Prinsip feedback itu sangat mudah :
1. frequent : sering
2. accurate : tepat/ cermat
3. spacific : tertentu
4. timely : tepat waktu dan segera

Jangan menunggu diberi, tapi coba berilah feedback kepada semua orang yang membutuhkan dengan memegang prinsip feedback di atas jika Anda tidak ingin mendatangkan masalah lebih besar! Just share :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @pawonkulo