oleh Rizki Kusumadewi Saputri,M.Psi.,Psikolog tentang apa yang saya lihat, dengar dan rasakan. Psikologi, Parenting, Resep Masakan dan Semua Tentang Wanita

Minggu, 20 Januari 2019

,

Saya masih tinggal di Tebet saat hamil dan melahirkan anak pertama. Maka saya periksa kehamilan dan melahirkan di Klinik Fakhira Sawah Lunto (Review Klinik Fakhira bisa dibaca disini). Nah, sekarang saya tinggal di Depok-Jawa Barat ketika hamil kedua. Saya mulai tanya-tanya tetangga dimana tempat periksa kehamilan dan melahirkan yang murah tapi berkualitas di Depok. Pilihannya ada tiga, RS Hasanah Graha Afiah (RS HGA), RS Hermina dan RS Mitra Keluarga. Saya berminat ke RS Mitra Keluarga, tapi sayangnya akses kesana cukup memakan waktu. Pertimbangannya jika nanti suatu saat mules banget kan repot kalo terlalu jauh. Akhirnya saya memilih periksa kandungan di RS HGA di Jln. Raden saleh.

Sebelum periksa kehamilan, saya sudah mendapat dua nama dokter yang sangat diminati. Setelah bertemu dengan keduanya, saya memilih Dr. Dewi Koos sebagai dokter pada kehamilan kedua saya. Awal ketemu langsung sreg, mungkin karna bisa ngomong jowo nggih, dok, hahaha.. Beliau energik (terlihat selalu semangat), ramah, murah senyum, tidak tergesa-gesa ketika memeriksa saya. Kalau USG detil banget jelasinnya,"Ini jari tangannya, ini jari kaki, ini jantungnya", bla bla bla.. semua dilihat dengan teliti dan dijelasin mulai dari bagian-bagian janinnya hingga keadaan ketuban, plasenta dan tali pusat. Ini yang saya suka, bener-bener puas pokoknya. Alhamdulillah..

Sama dengan kehamilan pertama, saya hampir ga pernah muntah-muntah. Saya tetap makan seperti biasa, berat badan saya sejak awal hamil tidak pernah turun karena dari trimester 1 hingga trimester 3 nafsu makan saya seperti biasa. Total kenaikan saat hamil kedua adalah 15 kg. Hanya saja tiap malam saya merasakan mual dan pinggang asa mau patah. Sering sumuk banget-banget juga. Ya, tapi ini wajar dalam kehamilan. Dinikmati aja.

Periksa kehamilan dari trimester satu hingga dua berjalan mulus, hampir tidak ada hal-hal aneh. Memasuki usia kehamilan 7 bulan terdeteksi plasenta menutup jalan lahir. Biasanya disebut Plasenta Previa. Plasenta Previa ini juga bermacam-macam jenisnya dan "katanya" ibu yang mengalami ini tidak akan bisa melahirkan normal karena jalan lahirnya benar-benar tertutup plasenta (plasenta abnormal). Saya kaget dan tidak sadar brambangi saat mengetahui hal itu. Lemeeessss bangeeettt rasanya, kok bisa ya?

Saya sedih tapi dokter Dewi tetap semangat. Beliau mengatakan ini masih normal, ayo banyak berdoa. Minta sama Alloh supaya plasentanya geser. Sampai di rumah saya masih sedih dan kepikiran tapi saya tetap berdoa meminta pada Alloh agar dimudahkan dan dibukakan jalan lahirnya. Bikin makin sedih dan hopeless ketika saya banyak cari artikel tentang plasenta previa dan yang saya dapatkan intinya plasenta tidak mungkin bergeser lagi. Artikel-artikel itu membuat saya makin gundah, tapi tidak menyurutkan semangat saya untuk meminta pada Alloh. Saya yakin, tepat rasanya meminta tolong pada Sang Pencipta karena apa yang ga mungkin buat manusia, pasti mungkin bagi Alloh jika berkehendak.

Ga sabar nunggu jadwal periksa berikutnya, saya datang lebih awal dari hari yang dijanjikan. Allohu Akbar, saya terharu ketika melihat hasil USG. MasyaAlloh, plasentanya bergeser menjauh dari jalan lahir dan posisi janin saya sudah memutar kebawah. Alhamdulillah. Saya selalu yakin bahwa ga ada yang sia-sia jika kita meminta pada Sang Pencipta, meskipun terasa mustahil bagi manusia. Semangat dari dokter Dewi ini yang buat saya semakin sreg memilihnya sebagai dokter yang akan membantu saya melahirkan nanti. Sejak awal saya periksa kehamilan, tidak pernah sekalipun saya mendengar beliau menakuti saya dan tidak mendukung saya. Beliau selalu menyemangati dan mengingatkan saya untuk terus berdoa setiap ada yang "rancu" dikehamilan ini. Asisten dokter Dewi yang biasa dipanggil mbak Jep juga ramah dan cepet akrab. Saya ga pernah nanya namanya sih, tapi saya sering denger dokter Dewi manggilnya mbak Jep gitu.

Memasuki usia kehamilan 8 bulan, saya kembali kontrol. Terakhir kontrol posisi janin saya kepalanya sudah di bawah. Ternyata saat kontrol ini, posisi kepala janin saya berada di atas lagi dan terlilit tali pusat. Ya Alloh apalagi ini, batin saya. Dokter Dewi menjelaskan lilitan itu terjadi karena janin aktif bergerak. Dokter Dewi tetap menenangkan saya. Saran pertamanya adalah banyak berdoa. Ikhtiarnya adalah minum yang banyak air (3 liter sehari) dan sering melakukan posisi sujud dengan harapan ruang gerak janin menjadi lebar dan ia bisa melepaskan lilitan itu kemudian memutar kepalanya ke jalan lahir.

Sampai rumah saya langsung menyiapkan botol berisi air 3 liter di kamar. Minum sedikit-sedikit dan sering melakukan posisi sujud (knee chest). Selama dua minggu saya berusaha dan tidak lupa yang utama adalah menimta bantuan pada Alloh. Saya selalu berbaik sangka pada Alloh. Iya, Alloh lagi kangen sama saya. Kemarin-kemarin iman mungkin sedang turun, cara ini yang diberi Alloh agar saya kembali padaNya.

Alhamdulillah, ketika kembali periksa kehamilan lilitan itu lepas dari leher janin saya dan bonusnya adalah kepala janin sudah berada di jalan lahir. Alhamdulillah masih bisa melahirkan secara normal. Padahal, jika hari ini kepala masih di atas dan lilitan tidak lepas kemungkinan besar saya akan melahirkan sesar. Itu adalah cara paling baik ketika posisi janin sungsang dan terlilit tali pusat. Memang, ketika kita hamil kita harus siap dua kemungkinan melahirkan normal juga sesar. Sebisa mungkin berusaha untuk normal karena biaya sesar lumayan mahal karena saya biaya pribadi. Harus cash, hehehe... Terlepas masalah biaya, apapun proses lahirnya pasti terbaik untuk kita dan janin kita. InsyaAlloh..

Terharu sekali beberapa kali kehamilan ini bikin saya deg-degan senam jantung. Memang yang paling mujarab adalah meminta bantuan pada Alloh. Saya sangat yakin, semua yang ga mungkin bagi manusia, Alloh bisa mengubahnya menjadi mungkin. Berdoa, berusaha dan tawakal. Pasrahkan hasilnya pada Alloh.

Terakhir periksa, sudah waktunya lahiran tapi janin belum juga menunjukkan getaran cintanya. Saya lagi-lagi senam jantung. Sudah seminggu sekali bertemu dokter Dewi tetapi belum juga ada getaran itu. Seringnya PHP sih, braxton hicks. Sudah minggu kesekian belum juga datang gelombang itu. Lesu saya bertemu dokter Dewi. Akhirnya saya diperiksa dalam, siapa tau sudah pembukaan (Pede banget saya!) karena sering kontraksi palsu itu tapi ternyata belum ada pembukaan. Sambil periksa dalam dokter Dewi berkata, "Kepalanya udah kepegang ini. Panggulnya juga bagus. Daaahhh.. besok lahir ini". Dokter Dewi menyemangati saya.

Daaaannnn, setelah pulang dari periksa dalam itu saya merasakan getaran cinta dari janin saya. Apakah ini benar getaran cinta atau hanya harapan palsu? Penasaran lanjutan cerita ini? Klik disini yuk!


Gambar diunduh: https://jabar.pojoksatu.id/depok/2016/05/25/haduh-haduh-koperasi-pandawa-depok-bikin-resah-bos-hga/


CATATAN:
1. Nomer telepon pendaftaran RS HGA (021 77826267) sulit sekali dihubungi sehingga kita harus mendaftar langsung ke RSnya. Saran saya, seusai periksa kehamilan langsung saja daftar untuk bulan berikutnya. Saya pernah tanya kenapa sulit dihubungi, ini dikarenakan operatornya hanya 1 orang. Jika kita menelpun, memang semua linenya akan berbunyi tetapi jarang diangkat karena kesibukan di RS.
2. Jika dokter tidak praktik biasanya RS HGA akan menelepon ataupun SMS jika kita sudah mendaftar. Jadi tidak perlu khawatir sia-sia datang ke RS tau-tau dokternya tidak praktIk.
3. Tata cara daftar ulang jika mau periksa kehamilan (untuk yang sudah mendaftar sebelumnya): ke pendaftaran (lobby depan) untuk daftar ulang - masuk ke dalam menanti dipanggil tensi - mengantri dipanggil masuk ke ruang dokter - ke Instalasi dan Farmasi masukin resep kemudian nunggu dipanggil pihak tsb - ke kasir - ke Instalasi dan Farmasi lagi (Ini tata cara untuk pembayaran pribadi ya. Untuk BPJS saya kurang paham alurnya bagaimana)
4. Dokter Dewi praktek dari Senin sampai Sabtu. Ada jadwal pagi dan juga malam. Jika sabtu berhalangan biasanya pindah ke Minggu.
5. Biaya sekali periksa sekitar 300rb s/d 400rb tergantung vitamin yang diberikan. Untuk detil biayanya saya cari dulu ya resinya. Jika sudah ketemu nanti saya tambahkan disini.

Sebagai tambahan informasi untuk persiapan MPASI (Makanan Pendamping ASI) saat bayi berusia 6 bulan monggo follow instagram saya @pawonkulo.


Di sana banyak menu MPASI dan masakan rumahan untuk keluarga. InsyaAlloh menunya super praktis, anti ribet, hehe.. Boleh difollow buat temen-temen yang butuh ide menu MPASI kelak. Terima kasih.


Follow Us @pawonkulo